setting wireless mikrotik
Mikrotik adalah Operating System turunan linux yang biisa dikatakan multi fungsi. Selain bisa di gunakan sebagai gateway server, mikrotik juga pula bisa di gunakan sebagai radio wireless. Model setingan wireless sendiri sejatinya bisa di katakan ada dua macam, yaitu sebagai AP(akses point) atau dengan kata lain transceiver dan juga Client atau receiver.
Model setingan dari kedua macam di atas bisa di lakukan dengan dua cara, diantaranya metode routing dan juga bridge(bridging). Pada metode bridging adalah teknik penggabungan atau bundling dari dua interface tanpa ada pembelokan atau pengolahan IP address dari satu interface ke interface lain.
Metode ini biasa di lakukan oleh instansi yang memiliki dua kantor atau lebih dan ingin menggabungkan komputer di kantor A dan komputer di kantor B menjadi dalam satu network secara transparan.
Dalam kesempatan ini saya mencoba memeberikan langakh step by step setting wireless mode Akses Point dengan metode bridging menggunakan mikrotik RB411 via winbox.
1.Buatlah sebuah interface bridge yang nantinya kita beri nama bridge1
*klik pada menu interface,setelah keluar halaman interface list
*klik pada tanda panah merah (add) dan klik pada menu bridge
*setelah keluar halaman “new interface” isikan bridge1 pada kolom nama,lalu klik ok

2.Memasukkan atau menggabungkan ethernet yang tersambung ke local/komputer ke dalam interface bridge1
*klik menu bridge,setelah muncul halaman bridge…
*klik menu “ports” lalu klik tanda panah merah/add
*setelah muncul halaman bridge port isikan pada kolom interface dengan ethernet yang tersambung ke client/komputer(ether1) dan klik ok

3.Create IP address
*klik menu IP lalu pilih addresses
*setelah muncul halaman address list klik tanda panah merah/add
*akan muncul halaman new addres,lalu isikan IP beserta subnetingnya dan pilih interface bridge1 lalu ok

4.Setting interface wireless
*klik pada menu wireless lalu pilih tab interface lalu klik 2x pada interface wlan (biasanya wlan1)
*setelah muncul halaman interface (wlan1) pilih tab “wireless” selanjutnya pilihlah mode ap bridge lalu isikan “ssid” yang di gunakan dan band sesuai dengan mini PCI yg anda pakai.(saat ini saya pakai /b/g)dengan band 2,4 ghz
*pilih frequency yang digunakan,aktifkan default authenticate dan default forward lalu klik enable dan ok

5.Konfigurasi WDS pada wireless interface
*klik pada menu wireless lalu pilih tab interface lalu klik 2x pada interface wlan (biasanya wlan1)
*setelah muncul halaman interface (wlan1) pilih tab “wds”
*pada kolom wds mode pilihlah dynamic dan pada kolom wds default bridge pilihlah bridge1 lalu klik ok

6.Menambahkan interface virtual wds
*klik pada menu wireless,setelah muncul halaman wireless tables
*klik tanda panah merah/add lalu pilih wds,nanti akan mumcul halaman new interface
*klik pada tab wds,isikan pada kolom master interface dengan memilih wlan1

Nah sekarang anda sudah berhasil setting mikrotik sebagai Akses Point yang siap di tembak oleh satu atau beberapa client sekaligus.


seepp .. josss …
jadi tambah ngerti neh, makaish ya sob salam kenal aja
berita unik
aku pingin pinter koyo ngunu iku… saya siap menjadi murid!
percaya 100% artikel ini ditulis sendiri karena memang keahliannya kang andry ini di bidang ini. ayo teruskan kang, semangat berbagi
Mas mohon pencerahannya, saya sudah coba tutorial diatas pake rb411A kok ip dari router gak bisa lewat ya, saya pake router microtik selama ini saya pancarkan pake senao dan omni, rencananya buat ganti senaonya trims
kereeeennnnn…!!!
kalo pada status Bridge port ada tulisan “role=designated port” itu kenapa ya…walau setting udah persis tutorial diatas, makasih atas tanggapan rekan2
mantep banget…makasih boss..
saya mau tanya untuk wireless bridge ini apakah tiap clent dari AP-bridge dan station wds bisa beda subnet??solusinya bagaimana apa bila kita ingin mengunakan wds namun client pada AP dan stationnya beda subnet??
terimakasih
Winbox saya kok gak ada menu wirelesnya ya. Ada yg bisa kasih solusi
makasi bos,
kakangsung´s last blog ..KAKANG MAIN RUBIK